Geopark Tambora dan Pascasarjana Universitas Mataram Teken MoU untuk Perkuat Riset, Pengembangan Masyarakat, dan Konservasi

Mataram, 26 November 2025 — Geopark Tambora menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pascasarjana Universitas Mataram dan Program Magister Pengelolaan Sumber Daya Lahan Kering (MPSDLK) Unram, Rabu (26/11), di Gedung Pascasarjana Universitas Mataram. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi penelitian, pengembangan masyarakat, konservasi, serta edukasi berbasis geopark dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora, Direktur Pascasarjana Universitas Mataram serta Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Lahan Kering Unram. Acara ini juga dihadiri oleh akademisi dan peneliti yang selama ini terlibat dalam upaya penguatan geopark dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Tambora.

Dalam sambutannya, General Manager Geopark Tambora menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting bagi peningkatan kualitas pengelolaan geopark secara ilmiah dan partisipatif.
“Geopark Tambora memiliki kekayaan geologi, budaya, dan biodiversitas yang luar biasa. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa pelestarian dan pemanfaatannya dilakukan dengan pendekatan riset yang kuat serta program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pihak Pascasarjana Universitas Mataram menegaskan bahwa MoU ini sejalan dengan visi kampus untuk memperluas kontribusi akademik dalam pembangunan daerah.
“Kami melihat potensi besar dalam riset geologi, lingkungan, dan sosial ekonomi di kawasan Tambora. Kolaborasi ini akan membuka ruang bagi penelitian multidisiplin, kuliah lapangan, hingga pengembangan model-model konservasi yang dapat direplikasi di kawasan lain,” kata Direktur Pascasarjana Unram.

Sementara itu, Program Magister Pengelolaan Sumber Daya Lahan Kering menyoroti pentingnya riset terkait mitigasi bencana, pertanian lahan kering, dan penguatan ketahanan masyarakat di sekitar gunung api aktif.
“Tambora merupakan laboratorium alam. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan dosen akan terlibat langsung dalam studi lapangan serta pendampingan masyarakat untuk membangun pengelolaan sumber daya yang adaptif terhadap perubahan iklim,” jelas Koordinator Program Studi MPSDLK Unram.

MoU tersebut mencakup beberapa ruang lingkup kerja sama, antara lain:

Penelitian bersama di bidang lingkungan, dan sosial budaya;

Pengembangan program pemberdayaan masyarakat di kawasan Geopark Tambora;

Kolaborasi kegiatan edukasi seperti seminar, kuliah umum, dan kuliah lapangan;

Penyusunan model konservasi dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan;

Publikasi ilmiah dan pertukaran data penelitian.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, ketiga lembaga berharap dapat memperkuat peran Geopark Tambora sebagai pusat riset dan edukasi, sekaligus memastikan manfaat geopark dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh model sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pengelola geopark dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.