Add Your Heading Text Here
Keberadaan peninggalan sejarah Kerajaan Sanggar di Desa Piong, Kabupaten Bima berupa makam Raja-Raja terdahulu, benteng pertahanan istana, serta barang peninggalan kerajaan berpotensi sebagai atraksi wisata budaya dan sejarah di kawasan Geopark Gunung Tambora
KOMPLEK MAKAM LAKORE
MAKAM RAJA ABDULLAH 1
BENTENG ISTANA KERAJAAN
Beberapa barang peninggalan Kerajaan Sanggar masih disimpan dengan baik oleh keturunan kerajaan yang masih hidup (cicit Raja Abdullah). Gendang Katipu dan Sampari terkadang masih digunakan dalam upacara adat.
GENDANG KATIPU
SAMPARI
AIR PUNTI MORO
Di lokasi bekas hasil galian para ahli terhadap rangka arsitektur rumah tradisional kemudian dibuatkan replika-nya sebagai media edukasi bagi masyarakat. Replika ini menunjukkan bahwa rumah jaman dahulu dibuat hanya menggunakan simpul-simpul untuk menyatukan bagian-bagiannya.
REPLIKA RUMAH PANGGUNG KERAJAAN TAMBORA
Terdapat parade budaya tahunan di sekitar kawasan Gunung Tambora, seperti CERA LABU yang diadakan setiap bulan April, perlombaan PACOA JARA PANTAI setiap bulan September yang disesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut, serta PARADE KUDA BIMA yang biasanya diadakan sebelum kegiatan pacoa jara pantai.
PARADE KUDA (Bulan September)
CERA LABU (Bulan April)
PACOA JARA PANTAI (Bulan September)
Berbagai bentuk tradisi juga masih dipertahankan oleh masyarakat sekitar berupa tradisi pernikahan, tradisi melahirkan, dan pakaian tradisional yang masih sering digunakan oleh masyarakat. Keunikan-keunikan dari tradisi yang tidak dapat ditemukan di tempat lain ini berpotensi sebagai atraksi wisata dan harus dilestarikan sebagai warisan kebudayaan yang tidak ternilai harganya.
